Selasa, 09 Juli 2013

Pengertian Curah hujan

| Selasa, 09 Juli 2013 |

Pengertian Curah hujan – Curah Hujan sebenarnya merupakan salah satu bentuk dari air endapan, yaitu titik-titik air yang terdapat di awan dan kemudian jatuh ke permukaan bumi. 

Curah hujan terjadi karena massa udara yang membubung naik dan suhunya menurun. Apabila massa udara telah mencapai jenuh maka terjadilah kondensasi yang menyebabkan terjadinya hujan.

Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan disebut Fluviometer atau penakar curah hujan. Alat Pengukur curah hujan ini diletakkan pada tempat yang terbuka dan diusahakan agar air lain tidak masuk kedalam alat ini. Alat pengukur curah hujan ini akan menghitung banyaknya curah hujan harian, bualanan, maupun tahunan.

Banyak sedikitnya curah hujan bergantung pada beberapa faktor sebagai berikut :


1. Kelembapan Udara

2. Topografi

3. Arah dan kecepatan angin

4. Temperatur udara

5. Arah lereng medan

Menurut jenisnya, tipe hujan terdiri dari tiga macam :

1. Hujan Zenithal / Konveksi

2. Hujan Orografis / Hujan pegunungan

3. Hujan Frontal

Readmore..

Syarat-syarat dan Komponen pembuatan peta

| |

Syarat-syarat dan Komponen pembuatan peta – Peta yang baik adalah peta yang dapat memberikan informasi secara jelas bagi penggunanya. Peta yang demikian harus memberikan informasi tentang keadaan suatu wilayah dengan benar. 

pembuatan peta yang baik harus memenuhi syarat-syarat peta berikut :

1. Ekuivalen, yaitu perbandingan luas daerah pada peta harus sama atau sesuai dengan luas daerah sebenarnya.

2. Ekuidistan, yaitu perbandingan jarak peta harus sama atau sesuai dengan jarak yang sebenarnya.

3. Konform, yaitu bentuk semua sudut yang digambarkan harus sama atau sesuai dengan bentuk yang sebenarnya.

4. Tidak membingungkan dan mudah dipahami

5. Penyajian data harus lengkap dan teliti

6. Harus rapi, bersih dan indah.

Peta yang ideal apabila penggambarannya memenuhi komponen-komponen pembuatan peta berikut ini :


1. Judul peta

Judul peta biasanya diletakkan dibagian atas peta. Judul peta dituliskan dengan huruf yang paling besar jika dibandingkan dengan tulisan-tulisan lain yang ada di peta. Judul peta harus mencerminkan jenis data yang ditampilkan dalam peta, misalnya apabila data yang ditampilkan dalam peta adalah data tentang persebaran hasil tambang di Indonesia maka judul petanya yaitu “Persebaran Hasil Tambang Indonesia”.

2. Tahun pembuatan peta

Tahun pembuatan peta perlu diperhatikan oleh pembaca agar pembaca mendapatkan informasi yang benar-benar baru. Tahun pembuatan peta yang berbeda akan menyajikan data yang berbeda pula, terutam data-data yang bersifat dinamis.

3. Penunjuk arah

Penunjuk arah atau orientasi diletakkan di tempat yang kosong sehingga tidak mengganggu peta yang digambarkan. Penunjuk arah pelru diperhatikan agar pengguna peta mengetahui arah utara, timur, selatan dan barat. Penunjuk arah biasanya digambarkan dengan anak panah menghadap ke atas dan diberi tanda huruf U (utara).

4. Legenda

Legenda berisi keterangan tentang arti simbol yang digunakan dalam peta. Legenda berfungsi membantu pengguna peta untuk mengenal arti simbol yang digunakan tersebut.

Readmore..

Pengertian dan Jenis-jenis Peta

| |

Pengertian dan Jenis-jenis Peta – Peta adalah semacam denah, tetapi biasanya menggambarkan wilayah yang lebih luas di permukaan Bumi, misalnya wilayah desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan negara. Jadi peta adalah gambaran umum (konvensional) dari sebagian atau seluruh permukaan Bumi dan kenampakannya apabila dilihat dari atas yang digambarkan pada bidang datar dan skala tertentu dan menggunakan simbol-simbol tertentu. 


Jenis-jenis peta dapat dibedakan atas dasar isi dan bentuknya. Berdasarkan isinya peta dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Peta Umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan berbagai kenampakan yang ada di muka Bumi dari daerah yang dipetakan. Misalnya dalam peta umum digambarkan pegunungan, danau, rawa, kota, gunung, jalan raya, dan jalan kereta api.

Contoh peta umum :

a. Peta Indonesia

b. Peta asia

c. Peta Dunia

2. Peta Tematik

Peta tematik atau peta khusus adalah jenis peta yang menggambarkan kenampakan tertentu dari suatu wilayah di permukaan Bumi.

Contoh peta Tematik :

a. Peta kepadatan penduduk

b. Peta hasil Bumi

c. Peta pariwisata

d. Peta vegetasi

e. Peta statistik

Peta statistik menggambarkan data statistik pada suatu daerah, berdasarkan jenis data yang di gambarkan, peta statistik ada dua macam, yaitu :


a. Peta Statistik Distribusi Kualitatif adalah peta khusus yang menggambarkan data berupa variasi jenis.

b. Peta Statistik Distribusi Kuantitatif adalah peta khusus yang menggambarkan persebaran data yang berupa variasi jumlah.

Berdasarkan Bentuknya peta dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Peta Timbul (Relief)

Peta timbul dibuat sesuai dengan bentuk permukaan Bumi yang sebenarnya

2. Peta datar (peta biasa)

Peta datar dibuat pada bidang datar, misalnya pada kertas atau kanvas

3. Peta Digital

Peta berupa gambaran hasil bantuan komputer. Peta ini dapat ditayangkan melalui monitor komputer atau televisi.

Readmore..

Pengertian Pertanian Tanah Basah (Sawah)

| |

Pengertian Pertanian Tanah Basah (Sawah) - Pertanian Tanah Basah (Sawah) tujuan utamanya adalah untuk penanaman padi dan Palawija. Arti dari pertanian tanah basah sendiri yaitu suatu sistem pertanian di atas suatu lahan yang menghendaki lahan yang digunakan selalu dalam keadaan basah dan tercukupi kebutuhan airnya untuk kelangsungan hidup tanaman pertanian. Untuk menjamin ketersediaan air pada pertanian tanah basah, para petani mengusahakan suatu sistem pengairan yang dikenal dengan irigasi. 

Berdasarkan ketersediaan airnya, sawah untuk pertanian tanah basah dapat dibedakan atas sawah tadah hujan, sawah kemarau, sawah pasang surut, sawah lebak, sawah pengairan dan sawah irigasi (teknis).


Selain ditanami padi, Pertanian Tanah Basah sawah juga dapat ditanami Palawija dengan cara rotasi tanaman dan cara tumpang sari. Cara rotasi tanaman dilakukan pada musim kemarau saat air sulit diperoleh sehingga padi tidak mungkin ditanam. Pada saat ini, tanaman yang ditanam sebagai pengganti padi seperti jagung, kedelai dan gandum. Tanam-tanaman yang ditanam ini memerlukan air dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Cara tumpang sari dilakukan dengan penanaman tanaman Palawija berselang-seling dengan tanaman padi di atas lahan yang sama.

Readmore..